09 August 2010

gay pride parade 2010

Banyak kegiatan maupun acara yang diadakan di negara Islandia. Kebetulan pada saat saya menjalani 6 bulan training di negara ini bertepatan dengan kegiatan tahunan berupa Gay Pride. Kegiatan ini diselenggarakan selama 4 hari dari tanggal 5-8 Agustus 2010. Bagi kita orang Indonesia termasuk saya, mungkin kegiatan semacam ini tidak bakal ditemui di negara kita. Salah satu rangkaian acara yang cukup menyita perhatian baik penduduk lokal Islandia maupun turis mancanegara adalah Gay Pride Parade yang diadakan di pusat kota Reykjavik (ibukota Islandia). Acara ini berupa parade atau karnaval seperti halnya karnaval pada umumnya, dimana orang-orang para peserta karnaval menghias dirinya, kendaraan, maupun segala sesuatunya yang dimaksudkan untuk menarik perhatian para penonton yang menyaksikan di sepanjang jalan.

Acara ini mungkin langka bagi saya, sehingga rasa keingintahuan mendorong saya untuk menuju ke salah satu jalan yang dilewati oleh arak-arakan para peserta parade. Acara parade dimulai pukul 14.00 waktu setempat dengan titik awal dari terminal bis Hlemmur. Setiba saya di lokasi ternyata sudah berjubel penonton yang ingin menyaksikan parade dari dekat. Setelah memperoleh titik berdiri yang nyaman dan pas untuk mengambil foto, maka saya siapkan kamera perekam video di tangan kanan dan kamera foto di tangan kiri.

Panjang arak-arakan mungkin sekitar 1 km, tetapi terus terang saya juga tidak tahu siapa para peserta parade, apakah mereka benar-benar pasangan homoseksual dan kaum lesbian atau peserta biasa yang ingin sekedar meramaikan acara, tetapi memang ada beberapa yang sangat jelas terlihat wanita berwatak pria dan pria berwatak wanita. Ada juga dalam rombongan parade yaitu Mr. Gay Iceland 2010, dan ini sekali lagi saya juga tidak tahu apakah memang Mr. Gay ataukah cuma sebatas peran saja.

Acara parade menempuh kira-kira 3 km perjalanan. Parade diakhiri di area terbuka dekat dengan pelabuhan Reykjavik. Saya bergegas pindah menuju ke lokasi finish parade di pelabuhan begitu rombongan parade terakhir melewati depan saya.

Dengan berjalan kaki setengah berlari saya segera berpindah tempat dan mencari kembali lokasi yang nyaman untuk mengambil gambar, dekat dengan panggung terbuka untuk acara konser penutupan parade. Setelah puas mengambil video dan foto, saya menunggu di depan panggung terbuka untuk menyaksikan konser musik penutupan parade. Setelah parade berakhir, pembawa acara langsung membuka acara konser musik Gay Pride. Saya mengambil posisi kira-kira 5 meter di depan panggung, di tengah ribuan manusia yang menyaksikan jalannya acara. Saya memang mencari lokasi di depan agar dapat mengambil video dan foto dengan lebih jelas. Acara berakhir sekitar pukul 18.00 dengan ditandai oleh pelepasan puluhan balon udara ke langit bebas.

Setelah acara selesai saya kembali berjalan kaki menuju ke terminal bis Hlemmur untuk menumpang bis yang mengantar saya pulang ke rumah. Ini adalah salah satu pengalaman unik yang saya alami di Islandia, dimana para kaum gay memperoleh kebebasan untuk berekspresi, terlepas saya sendiri tidak setuju dengan kegiatan tersebut, karena bagaimanapun juga (menurut pandangan saya) Tuhan menciptakan manusia untuk saling berpasangan bukan antar sesama jenisnya.
Baca lebih lanjut...

menikmati sepakbola lewat internet

Hari ini, Minggu 08 Agustus 2010 adalah hari pembukaan liga Inggris. Lewat pertandingan bertajuk Community Shield, Manchester United vs Chelsea menandai dibukanya kembali English Premier League 2010/2011. Di Islandia, saluran televisi hanya ada 2 yang bisa dinikmati di rumah, selebihnya adalah televisi berbayar yang mesti berlangganan untuk dapat menikmatinya. Pertandingan Community Shield hanya disiarkan oleh salah satu televisi berbayar.

Saya termasuk orang yang di-istilahkan Gibol alias Gila Bola. Rasanya tidak lengkap menjadi penggila bola jika tidak menyaksikan laga pembuka Liga Inggris. Untuk bisa menyaksikan pertandingan tersebut saya harus pergi ke kafe yang ada di pusat kota, dan biasanya pada pertandingan tertentu kafe tersebut sangat ramai dikunjungi. Sebelum berangkat saya terpikir untuk mengecek di situs Live Streaming favorit saya terlebih dahulu lewat jaringan internet di rumah, dan ternyata tebakan saya tidak salah, dalam Upcoming Broadcast disebutkan akan ada live streaming jam 14.00, jadi saya tidak perlu pergi ke kafe di pusat kota.

Salah satu situs yang biasa saya singgahi untuk sekedar nonton pertandingan sepakbola baik secara siaran langsung maupun highlight adalah http://livetv.ru/en. Di situs ini kita bisa melihat jadwal siaran langsung (klik Broadcast) maupun highlight (klik Live Score) dari pertandingan-pertandingan yang telah selesai, dan yang pasti semua ini adalah gratis (kecuali koneksi internet anda tentunya). Di situs ini kita bisa menyaksikan berbagai liga dari mancanegara, bahkan sampai divisi yang bawah pun ada, dan tentu saja live. Dalam satu hari kita bisa menyaksikan sampai puluhan siaran langsung pertandingan, terutama di hari Sabtu dan Minggu. Bagi penggemar olahraga lain juga bisa menyaksikan siaran langsungnya disini. Sebenarnya ada banyak situs yang menyediakan layanan seperti ini, coba saja anda cari di google dengan kata kunci live streaming sport, akan ada banyak situs yang tersedia, tergantung selera anda ingin menggunakan yang mana.

Live Streaming Community Shield 2010

Tentu saja menonton lewat internet berbeda secara kualitas gambar maupun suara dibandingkan dengan menonton lewat televisi, karena menonton lewat internet sangat tergantung dari kecepatan koneksi internet yang kita miliki, tetapi setidaknya ini lebih mudah dan efektif bagi yang mempunyai koneksi internet unlimited dibandingkan harus mengeluarkan uang lagi untuk berlangganan televisi berbayar, tentu saja juga faktor kecepatan koneksi sangat mempengaruhi kualitas tayangan tersebut.

Bagi yang memiliki layanan koneksi internet tak terbatas alias unlimited tentu saja tidak perlu pusing memikirkan biaya koneksi internet, tetapi bagi yang berlangganan secara volume base seperti saya yang menggunakan kartu GSM lewat modem USB pasti akan menghitung berapa kira-kira kebutuhan data untuk menyaksikan live streaming hingga pertandingan selesai. Dari perhitungan dan uji coba terhadap beberapa pertandingan yang sudah saya saksikan lewat internet di rumah, maksimal rata-rata data yang dibutuhkan adalah 5 MB/menit, jadi untuk pertandingan selama 2x45 menit memakan data sekitar 400-450 MB, jadi anda bisa menghitung sendiri berapa biaya data tersebut. Saran saya sih jangan menggunakan layanan internet dengan biaya pulsa per MB data karena akan sangat mahal, akan lebih murah bagi yang berlangganan secara unlimited, kecuali anda tidak memiliki layanan tersebut dan tidak ingin melewatkan pertandingan klub kesayangan anda.

Jadi buat anda yang ingin menyaksikan sepakbola dimana saja anda berada plus koneksi internet dalam genggaman, maka anda tidak perlu khawatir lagi, tidak perlu berlangganan televisi berbayar lagi, langsung saja cari di browser anda dan siaran langsung sepakbola dari liga manapun ada dalam pandangan mata.

Salam olahraga..!!

Baca lebih lanjut...

06 August 2010

memahami arti kejujuran

Saya bersyukur diberi kesempatan untuk hidup di negara yang sama sekali berbeda dengan negara saya Indonesia, baik dalam hal kehidupan, budaya, iklim, maupun kesejahteraannya. Disinilah saya belajar tentang arti sebuah kata, kata yang mudah diucapkan tetapi mungkin sulit untuk dikerjakan, yaitu kejujuran. Satu kata ini membawa dampak kemunculan kata-kata lain yang sungguh luar biasa.


Islandia atau Iceland, negara ini menurut beberapa penelitian adalah negara paling aman di dunia. Aman disini berarti bahwa tingkat kejahatan di negara ini sangat rendah. Hal ini langsung saya rasakan sejak awal-awal keberadaan saya di negara ini. Saya sama sekali jarang menemui polisi di jalanan kecuali pada jam-jam tertentu saat mereka bertugas mengatur lalu lintas. Angkatan militer atau tentara malah tidak saya temui sama sekali, karena memang tidak ada tentara di negara ini. Hal ini salah satu bukti bahwa negara ini sangat aman. Lalu lintas pun sangat tertib sehingga polisi juga tidak perlu bekerja keras untuk mengaturnya.

Semua ini tentu tidak datang begitu saja, kehidupan menjadi aman dan nyaman karena memang semua yang terlibat di dalamnya menciptakan kondisi itu dari sebuah kebiasaan dalam hidup keseharian. Pertama kali memasuki supermarket, saya sangat terkejut dengan kondisi dimana kita bebas memasukinya tanpa adanya pengawasan, it's ok jika kita masuk tanpa membawa apa-apa, tapi kondisi saya yang memang disini sedang belajar dan pulang dari kuliah, tentu saja saya membawa tas punggung besar saya dan juga tas pinggang kecil saya yang biasa saya gunakan sebagai tempat dompet dan kartu langganan bis saya. Jika mau berbuat jahat, bisa saja saya mengambil barang dan kebutuhan yang saya perlu tanpa membayar, itu mudah sekali. Saat mau keluar dari supermarket pun saya bisa lewat pintu masuk sebelumnya, alias tidak lewat kasir, ini semua mudah.

Oke itu tadi jika di supermarket, saya pernah makan siang di sebuah restoran. Saya pesan makanan yang saya suka di tempat pemesanan. Selesai pesan saya tanya dimana saya mesti membayar, pelayan mengatakan silakan bayar di kasir yang ada di ruangan sebelah, cukup bilang saja ke kasir saya pesan apa, selesai bayar silahkan tunggu pesanan di meja makan ruang yang berbeda lagi. Di restoran ini saya bisa saja langsung duduk di meja makan tanpa bayar, tinggal duduk manis tunggu pesanan makan datang, atau kalau mau dosanya lebih kecil, bayar saja ke kasir dengan mengatakan bahwa saya pesan makanan dengan harga termurah alias bukan sesuai pesanan, selesai dan tunggu di meja makan. Itu semua tidak ada bukti alias sesuatu yang menunjukkan saya pesan makanan tertentu dan sudah bayar atau belum, sebagai bukti penerimaan pesanan di meja makan.

Contoh diatas hanya sebagian kecil hal-hal luar biasa yang saya temui dalam kehidupan di Islandia. Ini sesuatu yang membuat saya sungguh bertanya-tanya, kejujuran di negara ini sudah tertanam sejak lama, dari sebuah kejujuran ini munculah kepercayaan, ketenangan, aman, nyaman dan sebagainya yang mengikuti si kejujuran tersebut. Sungguh nikmatnya hidup jika orang menyadari bahwa kebiasaan jujur dalam kehidupan sehari-hari akan memberikan sebuah ketenangan, jauh dari saling curiga.

Semoga suatu saat nanti ini terjadi di Indonesia, dengan budaya timurnya seharusnya kita juga mampu..
Baca lebih lanjut...

satu yang tak terpisahkan

Saya saat ini sedang menjalani masa belajar selama 6 bulan di negara Islandia. Sebuah negara pulau yang terletak diantara benua Eropa dengan Greenland, 66 derajat di utara equator. Dari sinilah sebuah arti satu yang tak terpisahkan itu muncul, sebuah arti yang baru disadari dan dirasakan kehilangannya saat ini.


Keluarga adalah satu yang tak terpisahkan. Saat seseorang memutuskan untuk membina sebuah rumah tangga, disinilah kesatuan itu terbentuk. Saya merasakan sebuah perasaan yang sangat berbeda saat harus menjalani suatu masa dimana kesatuan itu tidak hadir dalam kehidupan sehari-hari. Perasaan was-was, rindu, ketakutan yang sangat, sedih, kadang bahagia menjadi sesuatu yang sangat susah diprediksi, sesuatu yang tidak tahu kapan munculnya dan kapan menghilangnya. Kesatuan sebuah keluarga yang hilang menjadi sebuah hal yang membuat hidup menjadi sangat berat untuk dijalani. Disinilah muncul sebuah pembenaran bahwa tidak selamanya uang menjadi hal yang sangat penting di dunia. Kedekatan dan kesatuan sebagai sebuah keluarga menjadi hal yang lebih mahal dan berharga daripada uang dan segala kesenangan duniawi yang ada. Beban menjadi lebih berat manakala kehadiran dan kelucuan si buah hati hanya bisa dinikmati dan dirasakan secara virtual alias tidak nyata. Saya masih sangat beruntung hidup di masa dimana teknologi menjadi sebuah pilihan yang mudah didapat, meskipun itu hanyalah sebuah alat "pemuas" sesaat, tetapi setidaknya bisa meringankan sebuah beban berat karena tidak hadirnya sebuah kesatuan tadi.

Bunda dan anakku tersayang, kesatuan dengan kalian paling berharga dari semua yang hadir didunia saat ini. Kesatuan yang tidak boleh disia-siakan meskipun hanya sekedipan mata.

Love and miss you all !!
Baca lebih lanjut...