Saya bersyukur diberi kesempatan untuk hidup di negara yang sama sekali berbeda dengan negara saya Indonesia, baik dalam hal kehidupan, budaya, iklim, maupun kesejahteraannya. Disinilah saya belajar tentang arti sebuah kata, kata yang mudah diucapkan tetapi mungkin sulit untuk dikerjakan, yaitu kejujuran. Satu kata ini membawa dampak kemunculan kata-kata lain yang sungguh luar biasa.
Islandia atau Iceland, negara ini menurut beberapa penelitian adalah negara paling aman di dunia. Aman disini berarti bahwa tingkat kejahatan di negara ini sangat rendah. Hal ini langsung saya rasakan sejak awal-awal keberadaan saya di negara ini. Saya sama sekali jarang menemui polisi di jalanan kecuali pada jam-jam tertentu saat mereka bertugas mengatur lalu lintas. Angkatan militer atau tentara malah tidak saya temui sama sekali, karena memang tidak ada tentara di negara ini. Hal ini salah satu bukti bahwa negara ini sangat aman. Lalu lintas pun sangat tertib sehingga polisi juga tidak perlu bekerja keras untuk mengaturnya.
Semua ini tentu tidak datang begitu saja, kehidupan menjadi aman dan nyaman karena memang semua yang terlibat di dalamnya menciptakan kondisi itu dari sebuah kebiasaan dalam hidup keseharian. Pertama kali memasuki supermarket, saya sangat terkejut dengan kondisi dimana kita bebas memasukinya tanpa adanya pengawasan, it's ok jika kita masuk tanpa membawa apa-apa, tapi kondisi saya yang memang disini sedang belajar dan pulang dari kuliah, tentu saja saya membawa tas punggung besar saya dan juga tas pinggang kecil saya yang biasa saya gunakan sebagai tempat dompet dan kartu langganan bis saya. Jika mau berbuat jahat, bisa saja saya mengambil barang dan kebutuhan yang saya perlu tanpa membayar, itu mudah sekali. Saat mau keluar dari supermarket pun saya bisa lewat pintu masuk sebelumnya, alias tidak lewat kasir, ini semua mudah.
Oke itu tadi jika di supermarket, saya pernah makan siang di sebuah restoran. Saya pesan makanan yang saya suka di tempat pemesanan. Selesai pesan saya tanya dimana saya mesti membayar, pelayan mengatakan silakan bayar di kasir yang ada di ruangan sebelah, cukup bilang saja ke kasir saya pesan apa, selesai bayar silahkan tunggu pesanan di meja makan ruang yang berbeda lagi. Di restoran ini saya bisa saja langsung duduk di meja makan tanpa bayar, tinggal duduk manis tunggu pesanan makan datang, atau kalau mau dosanya lebih kecil, bayar saja ke kasir dengan mengatakan bahwa saya pesan makanan dengan harga termurah alias bukan sesuai pesanan, selesai dan tunggu di meja makan. Itu semua tidak ada bukti alias sesuatu yang menunjukkan saya pesan makanan tertentu dan sudah bayar atau belum, sebagai bukti penerimaan pesanan di meja makan.
Contoh diatas hanya sebagian kecil hal-hal luar biasa yang saya temui dalam kehidupan di Islandia. Ini sesuatu yang membuat saya sungguh bertanya-tanya, kejujuran di negara ini sudah tertanam sejak lama, dari sebuah kejujuran ini munculah kepercayaan, ketenangan, aman, nyaman dan sebagainya yang mengikuti si kejujuran tersebut. Sungguh nikmatnya hidup jika orang menyadari bahwa kebiasaan jujur dalam kehidupan sehari-hari akan memberikan sebuah ketenangan, jauh dari saling curiga.
Semoga suatu saat nanti ini terjadi di Indonesia, dengan budaya timurnya seharusnya kita juga mampu..
06 August 2010
memahami arti kejujuran
Labels:
Pelajaran hidup
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment