Saya saat ini sedang menjalani masa belajar selama 6 bulan di negara Islandia. Sebuah negara pulau yang terletak diantara benua Eropa dengan Greenland, 66 derajat di utara equator. Dari sinilah sebuah arti satu yang tak terpisahkan itu muncul, sebuah arti yang baru disadari dan dirasakan kehilangannya saat ini.
Keluarga adalah satu yang tak terpisahkan. Saat seseorang memutuskan untuk membina sebuah rumah tangga, disinilah kesatuan itu terbentuk. Saya merasakan sebuah perasaan yang sangat berbeda saat harus menjalani suatu masa dimana kesatuan itu tidak hadir dalam kehidupan sehari-hari. Perasaan was-was, rindu, ketakutan yang sangat, sedih, kadang bahagia menjadi sesuatu yang sangat susah diprediksi, sesuatu yang tidak tahu kapan munculnya dan kapan menghilangnya. Kesatuan sebuah keluarga yang hilang menjadi sebuah hal yang membuat hidup menjadi sangat berat untuk dijalani. Disinilah muncul sebuah pembenaran bahwa tidak selamanya uang menjadi hal yang sangat penting di dunia. Kedekatan dan kesatuan sebagai sebuah keluarga menjadi hal yang lebih mahal dan berharga daripada uang dan segala kesenangan duniawi yang ada. Beban menjadi lebih berat manakala kehadiran dan kelucuan si buah hati hanya bisa dinikmati dan dirasakan secara virtual alias tidak nyata. Saya masih sangat beruntung hidup di masa dimana teknologi menjadi sebuah pilihan yang mudah didapat, meskipun itu hanyalah sebuah alat "pemuas" sesaat, tetapi setidaknya bisa meringankan sebuah beban berat karena tidak hadirnya sebuah kesatuan tadi.
Bunda dan anakku tersayang, kesatuan dengan kalian paling berharga dari semua yang hadir didunia saat ini. Kesatuan yang tidak boleh disia-siakan meskipun hanya sekedipan mata.
Love and miss you all !!
06 August 2010
satu yang tak terpisahkan
Labels:
Keluarga,
Pelajaran hidup
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment